Randi tidak sekelas dengan Rania, dan itu membuat Rania sangat bersyukur. Dia membayangkan akan sesulit apa harinya, jika sekelas dengan Randi. Apa dia harus mematung tiap hari ? Dan itu tak mungkin. Suatu hari ada seorang teman sekelas Randi yang bernama Willy, bertingkah aneh. Apa hanya Rania yang merasakan, atau memang dia seperti itu. Willy menjadi orang yang sangat ramah pada Rania, tidak seperti biasanya, bahkan mereka tak saling mengenal satu sama lain, tapi anehnya Willy seakan-akan sudah mengenal Rania cukup lama. Setiap ada kesempatan ketika Willy dan Rania bersama atau saling pandang, Willy selalu membuat senyum indahnya yang menawan, awalnya Rania diam saja, ya karena mereka saling tak kenal, takut Willy bukan senyum padanya, tetapi semakin lama, Rania semakin yakin kalau senyuman itu memang untuk Rania seorang, akhirnya Rania pun membalasnya. Ini aneh, Randi dan Rania saja kalau bertemu tak akan seperti itu, saling senyum dan saling sapa, boro-boro senyu...