Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2016

[ Cerpen ] Rania II

Randi tidak sekelas dengan Rania, dan itu membuat Rania sangat bersyukur. Dia membayangkan akan sesulit apa harinya, jika  sekelas dengan Randi. Apa dia harus mematung tiap hari ? Dan itu tak mungkin. Suatu hari ada seorang teman sekelas Randi yang bernama Willy, bertingkah aneh. Apa hanya Rania yang merasakan, atau memang dia seperti itu. Willy menjadi orang yang sangat ramah pada Rania, tidak seperti biasanya, bahkan mereka tak saling mengenal satu sama lain, tapi anehnya Willy seakan-akan sudah mengenal Rania cukup lama. Setiap ada kesempatan ketika Willy dan Rania bersama atau saling pandang, Willy selalu membuat senyum indahnya yang menawan, awalnya Rania diam saja, ya karena mereka saling tak kenal, takut Willy bukan senyum padanya, tetapi semakin lama, Rania semakin yakin kalau senyuman itu memang untuk Rania seorang, akhirnya Rania pun membalasnya. Ini aneh, Randi dan Rania saja kalau bertemu tak akan seperti itu, saling senyum dan saling sapa, boro-boro senyu...

[ Cerpen ] Rania

Sekarang kita mulai dengan puisi tentang cinta. Tapi sebelum aku tuliskan puisinya, aku akan memulai puisi ku dengan suatu kisah.  Ini adalah sebuah kisah nyata, kisah masa remaja, kisah yang diawali oleh seseorang yang bernama Rania, yang sedang di mabuk cinta. Bunga-bunga cinta semerbak di hati kecilnya, seakan-akan melukiskan nama pemuda yang membuatnya gila, dialah Randi .  Kisah mereka pun tidak berjalan sebagai mana mestinya, Rania adalah seorang polos dan pemalu, tiap kali bertemu, sebelum mereka saling tahu hati masing-masing, dia selalu tersenyum dan mencoba memulai mengenalnya. Tetapi setelah Randi menyatakan cintanya yang membuat Rania tak bisa berkata dan saat itulah dia tahu bahwa dia tidak bertepuk sebelah tangan, dan bahwa temannya lah yang telah berusaha me makcomblangkan , dunia Rania pun berhenti dan seakan berputar sebaliknya. Ketika Randi dan Rania bertemu secara tak sengaja, meraka seperti kucing dan tikus, lebih tepatnya Rania yang bak tikus...

K-Tigers Idola yang ga pake jaim

Anggota K-Tigers

Ternyata Ibu lah yang Paling Berbahaya

Di hari ibu ini tak ada satu kata pun yang tidak berisi tentang bagaimana kebaikan seorang ibu, dan betapa sosok ibu layaknya malaikat yang ada di bumi, mempunyai kasih sayang yang tak terbatas untuk anak-anaknya.Ibu memang tak pernah tercela karena perjuangannnya sungguh luar biasa.  Namun di sisi lain, peran ibu bak mata uang, Ibu tidak hanya jadi malaikat bagi anaknya, tapi dia juga bisa menjadi seseorang yang membahayakan anaknya. Setelah menjadi ibu bagi dua anak yang masih batita, aku punya pandangan dari sudut berbeda. Walaupun pandanganku agak kontroversial, tapi menurutku seperti itulah kenyataannya. Ibu adalah sosok yang lebih berbahaya bagi anaknya, daripada yang lainnya. Mengapa demikian ? Waktu itu aku mengalami baby blues ringan,  terkadang menangis tanpa sebab, merasa sendirian, merasa segala sesuatu yang terjadi adalah hal yang sangat berat. Sehingga aku pun hampir tak memperdulikan bagaimana keadaanku sendiri. Aku tak merawat tubuhku sebagaiman...

[Puisi] SESAL

Duduk termenung di dalam beku Memandang angan yang kelabu Yang mengoyak di dalam bisu Menunduk dalam hati yang suram Bergejolak bagai perang pedang Diselimuti kabut hitam legam Inilah sesalku Yan tak kunjung berlalu Dan selalu menghantui Disetiap sudut kalbu Mengapa sesal datang terakhir Dan tak pernah terpikir Sakitnya hati yang terukir Aku sudah lupa puisi ini aku buat untuk penyesalan apa, tapi rasanya waktu aku buat ini jiwa ku benar-benar merasakan penyesalan yang sangat mengganggu, makanya aku menulisnya dalam puisi. Tanpa dijelaskan artinya puisi ini secara gamblang mudah dimengerti ya, karena bahasa tersiratnya tidak begitu banyak. Intinya puisi ini menceritakan penyesalan yang dalam karena perbuatan di masa silam.

[Puisi] Marah

Kicau hijau menyebar lebar Menyimpan alam dalam pelukan Sembahkan ciptaan mencari rizki     Namun kaum masih ranum Akan radang yang terpampang Sekarang elang terbang menebang Kicau hijau kacau balau     Marah tanah menelan korban Seluruh ruh menghempas lepas Tanggal abal tinggal sesal Menyusup hirup menyatu kalbu     Kini hati harus mati Oleh benalu yang berlalu   Suci diri suci ragawi Bersatu pangku dengan Tuhanku Puisi ini aku buat kalau ga salah setelah ada kejadian kebakaran hutan, tepatnya kapan aku sudah lupa, karena tak ada satu puisiku yang tertulis tanggal pembuatannya. “Kicau hijau“ di sini bermakna “ Hutan”. Jadi artinya di Indonesia kita, hutan begitu luasnya, bahkan jantungnya dunia ada di pelukannya. Banyak  manusia mencari ma’isyah dari hutan, hutan menghasilkan berbagai macam komoditi. Berbagai macam flora dan fauna hidup dan berkembang di dalamnya. Namun banyak manusia yang masih “Ranum”, masi...

[PUISI] Biru

Sungguh indah warna mu Sungguh utuh anggun mu     Aku sampai terpaku Kepada auramu wahai biru…     Engkau adalah lambang keagungan Engkau lambang kedamaian Engkau lambang ketenangan     Betapa ingin dunia seperti engkau Hembuskan damai sejukkan galau Bebas dari hening duka singkirkan risau     Oh.. hanyalah lahirmu Mudakan kandasku Kuresapi warnamu Wahai biru.. Biru adalah warna favoritku, semua orang mempunyai warna favorit masing-masing yang bisa menggambarkan bagaimana kepribadiannya. Entah kenapa melihat warna biru hatiku lansung berbunga-bunga dan bahagia, aku sangat menyukainya . Karena aku suka biru, menurutku biru dalah warna terbesar dan terbanyak  dalam dunia ini ya. Kenapa aku bilang begitu, ya  karena  kita semua tahu, langit warnanya biru, laut warnanya biru, bahkan planet bumi kita disebut dengan planet biru, karena begitulah jika dilihat dari luar angkasa. Biru itu sumber kehidupan l...

[PUISI] Kecil

Seperti bintang di kegelapan malam Nampak kecil secuil Begitu juga diriku Yang sangat kecil di hadapan MU             Aku bagai setitik debu dilautan             Tiada arti dan tak berdaya Lihat ! Bumi yang kita pijak ! Bandingkan dengan diri kita             Apakah pantas kesombongan?             Apakah pantas rasa takabur ? Sungguh betapa hinanya kita Bila kita melanggar perintahNYA             Ya Ilahi  Robbi, Kepada Mu lah kita semua menyembah Kuharap kita bisa bersama Di sisi kasih sayang abadi Mu PUISI yang selanjutnya ini masih berbau religius, menunjukkan rasa cintaku yang ku persembahan kepada Tuhan lewat tulisan. Ketika aku membuatnya, yang ada di k...

Percaya Diri datang dari Hati yang Ikhlas

  “ Seorang anak yang tumbuh dengan cinta, kelak cinta lah yang akan menemaninya” Menjadi ibu adalah hal luar biasa yang tidak semua wanita bisa merasakan nikmatnya. Melahirkan seorang anak yang telah tumbuh dalam rahim selama 9 bulan. Mereka tumbuh dengan kuasa Tuhan, segala yang ada pada mereka, darahnya, dagingnya, detaknya, ibunyalah yang senantiasa menemani. Melihat seorang anak yang begitu imut dan lucu dan keajaiban yang ada padanya, membuatku merasa ingin mempunyai seorang anak saat itu juga, padahal umurku masih belasan tahun. Harapan yang aneh dan tidak masuk akal bagi orang seumuranku waktu itu. Sekarang umurku sudah 25 tahun, dan aku pun sudah memenuhi harapanku untuk menjadi seorang ibu yang melahirkan seorang anak yang tumbuh di rahimku, dengan darah dan daging yang menyatu dalam tubuhku.  Tanggal 14 April 2015, hari anak pertamaku lahir, seorang anak perempuan, dengan perjuangan yang berat dan sakit yang sangat, semua terbayar ketika tangis...

Perjalanan Puisi Ku

Bermula ketika aku masih SD, aku mengikuti lomba puisi. Menurut kata orang penjiwaanku terhadap puisi lumayan baik, makanya mereka percaya padaku sebagai perwakilan sekolah untuk berperang memperebutkan Juara. Jalan yang sangat tidak mulus, sangat berbeda dengan apa yang aku yakini dan bayangkan. Tidak setiap lomba aku menang, bahkan malah sering kalah. Tetapi aku mendapat pelajaran yang sangat berharga selama perjalananku itu. Aku mulai menghargai orang lain, tidak meremehkan mereka, dan tidak terlalu berbangga diri. 

[Puisi] Dia lah Sahabatku

SAHABAT Aku mempunyai sahabat Sahabat yang dekat Sahabat yang paling dekat diantara sahabat terdekat Sahabat dari segala sahabat Sahabat   yang lebih dekat dari urat Dialah sahabat yang melebihi eratnya sahabat Dan melebihi luasnya samudra Melebihi lebarnya angkasa Melebihi indahnya semesta Dimanapun aku selalu mengingatnya Dimanapun aku selalu bersamanya Sampai kapanpun aku akan selalu mencintainya Aku takkan terpisah dengannya Takkan pernah terpisah! Kau tahu ! Aku takkan terpisah ! Karena dia adalah Tuhanku. By   Reni Ini merupakan puisi percobaan ku, jadi pemilihan kata-katanya mungkin masih sangat sederhana. Dalam membuat puisi aku menyadari tidak hanya kata yang harus kita punya, tetapi rasa juga harus menggema. Maksudnya, ketika puisi itu dibuat, rasa kita terhadap apa yang akan kita ceritakan dan tuliskan pada puisi itu haruslah kuat, agar pesan tersirat dalam puisi itu bisa tersampaikan, dan akhirnya puisi...