Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cinta

[ Cerpen ] Rania II

Randi tidak sekelas dengan Rania, dan itu membuat Rania sangat bersyukur. Dia membayangkan akan sesulit apa harinya, jika  sekelas dengan Randi. Apa dia harus mematung tiap hari ? Dan itu tak mungkin. Suatu hari ada seorang teman sekelas Randi yang bernama Willy, bertingkah aneh. Apa hanya Rania yang merasakan, atau memang dia seperti itu. Willy menjadi orang yang sangat ramah pada Rania, tidak seperti biasanya, bahkan mereka tak saling mengenal satu sama lain, tapi anehnya Willy seakan-akan sudah mengenal Rania cukup lama. Setiap ada kesempatan ketika Willy dan Rania bersama atau saling pandang, Willy selalu membuat senyum indahnya yang menawan, awalnya Rania diam saja, ya karena mereka saling tak kenal, takut Willy bukan senyum padanya, tetapi semakin lama, Rania semakin yakin kalau senyuman itu memang untuk Rania seorang, akhirnya Rania pun membalasnya. Ini aneh, Randi dan Rania saja kalau bertemu tak akan seperti itu, saling senyum dan saling sapa, boro-boro senyu...

[ Cerpen ] Rania

Sekarang kita mulai dengan puisi tentang cinta. Tapi sebelum aku tuliskan puisinya, aku akan memulai puisi ku dengan suatu kisah.  Ini adalah sebuah kisah nyata, kisah masa remaja, kisah yang diawali oleh seseorang yang bernama Rania, yang sedang di mabuk cinta. Bunga-bunga cinta semerbak di hati kecilnya, seakan-akan melukiskan nama pemuda yang membuatnya gila, dialah Randi .  Kisah mereka pun tidak berjalan sebagai mana mestinya, Rania adalah seorang polos dan pemalu, tiap kali bertemu, sebelum mereka saling tahu hati masing-masing, dia selalu tersenyum dan mencoba memulai mengenalnya. Tetapi setelah Randi menyatakan cintanya yang membuat Rania tak bisa berkata dan saat itulah dia tahu bahwa dia tidak bertepuk sebelah tangan, dan bahwa temannya lah yang telah berusaha me makcomblangkan , dunia Rania pun berhenti dan seakan berputar sebaliknya. Ketika Randi dan Rania bertemu secara tak sengaja, meraka seperti kucing dan tikus, lebih tepatnya Rania yang bak tikus...

Ternyata Ibu lah yang Paling Berbahaya

Di hari ibu ini tak ada satu kata pun yang tidak berisi tentang bagaimana kebaikan seorang ibu, dan betapa sosok ibu layaknya malaikat yang ada di bumi, mempunyai kasih sayang yang tak terbatas untuk anak-anaknya.Ibu memang tak pernah tercela karena perjuangannnya sungguh luar biasa.  Namun di sisi lain, peran ibu bak mata uang, Ibu tidak hanya jadi malaikat bagi anaknya, tapi dia juga bisa menjadi seseorang yang membahayakan anaknya. Setelah menjadi ibu bagi dua anak yang masih batita, aku punya pandangan dari sudut berbeda. Walaupun pandanganku agak kontroversial, tapi menurutku seperti itulah kenyataannya. Ibu adalah sosok yang lebih berbahaya bagi anaknya, daripada yang lainnya. Mengapa demikian ? Waktu itu aku mengalami baby blues ringan,  terkadang menangis tanpa sebab, merasa sendirian, merasa segala sesuatu yang terjadi adalah hal yang sangat berat. Sehingga aku pun hampir tak memperdulikan bagaimana keadaanku sendiri. Aku tak merawat tubuhku sebagaiman...