Langsung ke konten utama

[Puisi] Marah


Kicau hijau menyebar lebar
Menyimpan alam dalam pelukan
Sembahkan ciptaan mencari rizki 
 Namun kaum masih ranum
Akan radang yang terpampang
Sekarang elang terbang menebang
Kicau hijau kacau balau 
 Marah tanah menelan korban
Seluruh ruh menghempas lepas
Tanggal abal tinggal sesal
Menyusup hirup menyatu kalbu 
 Kini hati harus mati
Oleh benalu yang berlalu 
Suci diri suci ragawi
Bersatu pangku dengan Tuhanku

Puisi ini aku buat kalau ga salah setelah ada kejadian kebakaran hutan, tepatnya kapan aku sudah lupa, karena tak ada satu puisiku yang tertulis tanggal pembuatannya.

“Kicau hijau“ di sini bermakna “ Hutan”. Jadi artinya di Indonesia kita, hutan begitu luasnya, bahkan jantungnya dunia ada di pelukannya. Banyak  manusia mencari ma’isyah dari hutan, hutan menghasilkan berbagai macam komoditi. Berbagai macam flora dan fauna hidup dan berkembang di dalamnya.

Namun banyak manusia yang masih “Ranum”, masih kurang pengetahuan tentang betapa pentingnya hutan, sehingga kebanyakan dari mereka, terutama “Elang” yaitu orang-orang yang tak bertanggung jawab, mulai mengeksploitasi hutan.

Menebang secara liar tanpa adanya penghijauan, membakar lahan, membunuh fauna langka, dan membuang sampah sembarangan, ini adalah perbuatan yang membuat “Kicau hijau kacau balau” . keseimbangan alam mulai goyah, kerusakan dimana-mana, yang membuat “Tanah marah” sehingga banyak manusia yang jadi korban, banyak yang meninggal dunia karena kelalaiannya sendiri dan karena marah dari Tuhan.

Tinggal lah sesal yang menghuni batin, tetapi anehnya tiap tahun kejadian yang sama selalu berulang, kadang aku bertanya apanya yang salah ?, kenapa mereka tidak belajar dari kesalahan yang telah lalu.

Sekarang mari kita hindari “benalu”  perasaan tamak rakus akan kekayaan dan kekuasaan, yang bisa membuat hati kita sakit, benalu itu harus kita basmi, untuk mensucikan jiwa dan raga, agar kita bisa menyatu rasa dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Komentar

Wian mengatakan…
Suka nulis puisi ya mba? Waaaa keren!!
Aku dari SD nggak sanggup klo di suruh nulis puisi. Hehehe
Reni mengatakan…
Inimah cuma iseng teh. Hahhaha

Postingan populer dari blog ini

My First IMBEX 2016 and #BlibliFriendsMeetUp [Event]

Indonesia Maternity, Baby & Kids Expo atau biasa disebut IMBEX adalah pameran dambaan setiap para ibu, karena di sini mereka bisa menemukan segala jenis peralatan dan kebutuhan ibu dan bayi dari merk-merk lokal dan internasional dengan harga miring serta beberapa bonus yang menawan.  Di tahun ini IMBEX 2016 diselenggarakan di JCC senayan mulai tanggal 25-27 November 2016. Saya berkesempatan hadir bersama dengan keluarga ikut merasakan euphoria luar biasa, dan inilah kali pertama saya datang ke pameran ini, moment tak terlupa. Banyak booth-booth menarik yang ingin saya kunjungi. Tapi saya langsung mencari booth blibli yang katanya banyak activity menarik yang ingin saya coba. Free Voucher 25.000  Activity pertama yang saya coba adalah mendownload aplikasi blibli dari Google Play dan mendaftar sebagai membernya. Cara mendaftarnya pun mudah, berikut langkahnya : a.        Download aplikasi blibli dari Google Play ....

Ternyata Ibu lah yang Paling Berbahaya

Di hari ibu ini tak ada satu kata pun yang tidak berisi tentang bagaimana kebaikan seorang ibu, dan betapa sosok ibu layaknya malaikat yang ada di bumi, mempunyai kasih sayang yang tak terbatas untuk anak-anaknya.Ibu memang tak pernah tercela karena perjuangannnya sungguh luar biasa.  Namun di sisi lain, peran ibu bak mata uang, Ibu tidak hanya jadi malaikat bagi anaknya, tapi dia juga bisa menjadi seseorang yang membahayakan anaknya. Setelah menjadi ibu bagi dua anak yang masih batita, aku punya pandangan dari sudut berbeda. Walaupun pandanganku agak kontroversial, tapi menurutku seperti itulah kenyataannya. Ibu adalah sosok yang lebih berbahaya bagi anaknya, daripada yang lainnya. Mengapa demikian ? Waktu itu aku mengalami baby blues ringan,  terkadang menangis tanpa sebab, merasa sendirian, merasa segala sesuatu yang terjadi adalah hal yang sangat berat. Sehingga aku pun hampir tak memperdulikan bagaimana keadaanku sendiri. Aku tak merawat tubuhku sebagaiman...

Percaya Diri datang dari Hati yang Ikhlas

  “ Seorang anak yang tumbuh dengan cinta, kelak cinta lah yang akan menemaninya” Menjadi ibu adalah hal luar biasa yang tidak semua wanita bisa merasakan nikmatnya. Melahirkan seorang anak yang telah tumbuh dalam rahim selama 9 bulan. Mereka tumbuh dengan kuasa Tuhan, segala yang ada pada mereka, darahnya, dagingnya, detaknya, ibunyalah yang senantiasa menemani. Melihat seorang anak yang begitu imut dan lucu dan keajaiban yang ada padanya, membuatku merasa ingin mempunyai seorang anak saat itu juga, padahal umurku masih belasan tahun. Harapan yang aneh dan tidak masuk akal bagi orang seumuranku waktu itu. Sekarang umurku sudah 25 tahun, dan aku pun sudah memenuhi harapanku untuk menjadi seorang ibu yang melahirkan seorang anak yang tumbuh di rahimku, dengan darah dan daging yang menyatu dalam tubuhku.  Tanggal 14 April 2015, hari anak pertamaku lahir, seorang anak perempuan, dengan perjuangan yang berat dan sakit yang sangat, semua terbayar ketika tangis...